Prancis Perketat Sanksi, Kapal Tanker Diduga Milik Rusia Ditahan

POTRET BERITA — Pemerintah Prancis kembali mengambil langkah tegas terhadap kapal yang diduga terkait dengan Rusia di tengah berlanjutnya konflik Ukraina. Otoritas setempat menahan sebuah kapal tanker minyak bernama Tagor di Samudra Atlantik karena diduga menjadi bagian dari jaringan “armada bayangan” Rusia yang digunakan untuk menghindari sanksi internasional.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum internasional sekaligus upaya mencegah pelanggaran terhadap sanksi yang telah diberlakukan berbagai negara Barat terhadap Rusia.

Menurut Macron, keberadaan kapal tersebut di perairan internasional tidak menghapus kewajiban untuk mematuhi aturan yang berlaku. Ia menilai praktik penghindaran sanksi tidak dapat dibiarkan karena berpotensi membantu pendanaan operasi militer Rusia dalam perang yang masih berlangsung di Ukraina.

“Tidak dapat diterima bagi kapal untuk menghindari sanksi internasional, melanggar hukum laut, dan mendanai perang yang telah dilancarkan Rusia terhadap Ukraina selama lebih dari empat tahun,” ujar Macron seperti dikutip AFP, Senin (1/6).

Prancis Perketat Pengawasan Armada Bayangan

Penahanan kapal Tagor bukan kali pertama dilakukan Prancis. Sejak September lalu, otoritas negara tersebut telah menyita tiga kapal lain yang juga diduga masuk dalam kategori armada bayangan Rusia.

Meski demikian, kapal-kapal tersebut akhirnya diperbolehkan kembali beroperasi setelah pemiliknya menyelesaikan kewajiban berupa pembayaran denda yang dijatuhkan oleh pihak berwenang.

Armada bayangan sendiri merujuk pada jaringan kapal yang diduga digunakan untuk mengangkut minyak dan komoditas Rusia dengan berbagai cara guna menghindari pembatasan perdagangan internasional.

Salah satu modus yang sering digunakan adalah mengganti identitas kapal atau bendera negara secara berkala agar sulit dilacak oleh otoritas maritim.

Praktik tersebut menjadi perhatian serius negara-negara Barat karena dianggap membantu Rusia mempertahankan ekspor energi meski berada di bawah tekanan sanksi ekonomi.

Ratusan Kapal Sudah Masuk Daftar Sanksi

Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022, Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, dan sejumlah negara sekutu terus memperluas daftar sanksi terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

Data terbaru menunjukkan hampir 600 kapal yang diyakini menjadi bagian dari armada bayangan Rusia telah masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa. Langkah itu bertujuan membatasi kemampuan Rusia mengekspor minyak dan memperoleh pemasukan dari sektor energi.

Dukungan Inggris terhadap tindakan Prancis menunjukkan semakin kuatnya koordinasi negara-negara Barat dalam memperketat pengawasan jalur perdagangan laut yang diduga dimanfaatkan untuk menghindari sanksi internasional.

Penahanan kapal Tagor pun menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap aktivitas pelayaran yang terkait dengan Rusia akan terus diperketat di tengah upaya Barat meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow.