Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun

POTRET BERITA — Kabar duka datang dari Australia setelah seorang perempuan warga negara Indonesia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Peristiwa ini terjadi di wilayah barat daya Melbourne dan kini tengah ditangani aparat setempat.

Korban diketahui bernama Eva Lasrini (53), yang tinggal di kawasan Dandenong, negara bagian Victoria. Ia sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga setelah tidak dapat dihubungi sejak Kamis (2/4).

Kekhawatiran keluarga memicu laporan orang hilang kepada pihak berwenang. Proses pencarian kemudian dilakukan oleh kepolisian setempat.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Sabtu (4/4), tim detektif akhirnya menemukan jasad seorang perempuan di sekitar Little River Road dan Princes Freeway, sekitar 46 kilometer dari pusat kota Melbourne.

Meski awalnya belum teridentifikasi secara resmi, polisi meyakini jenazah tersebut adalah Eva yang sebelumnya dilaporkan hilang. Temuan ini sekaligus mengakhiri pencarian yang berlangsung sejak laporan pertama diajukan.

Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Dalam perkembangan kasus, pihak Victoria Police telah menangkap seorang pria berusia 67 tahun bernama Allen Keys di Bandara Melbourne.

Pria tersebut kini didakwa atas tuduhan pembunuhan dan telah menjalani sidang awal di pengadilan. Hakim memutuskan untuk menahan yang bersangkutan, sementara proses hukum akan berlanjut dengan sidang berikutnya yang dijadwalkan pada 10 Agustus mendatang.

Pihak Konsulat Jenderal RI di Melbourne turut memberikan perhatian terhadap kasus ini. Mereka bekerja sama dengan otoritas Australia untuk membantu keluarga korban, khususnya dalam proses pengurusan dokumen perjalanan.

Langkah ini dilakukan agar anak-anak Eva dapat segera datang ke Australia. Diketahui, korban meninggalkan dua putri yang saat ini berada di Indonesia.

Tinggal di Australia untuk Belajar


Eva diketahui berada di Australia untuk keperluan belajar bahasa Inggris. Selama di sana, ia menjalani kehidupan sebagai pelajar sekaligus tinggal sendiri.

Seorang teman korban, Gail Porter, menyampaikan bahwa kepergian Eva meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terutama anak-anaknya yang harus menghadapi kehilangan tanpa pendamping keluarga di Australia.

“Ini kehilangan yang sangat berat, dan mereka harus menghadapinya sendiri,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan ini. Informasi lebih lanjut terkait kronologi dan hubungan antara korban dan tersangka masih dalam tahap penyelidikan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, serta perlunya dukungan penuh bagi keluarga korban dalam menghadapi situasi sulit.