- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Respons Hamas soal Pidato Netanyahu di Kongres AS: Penuh Kebohongan!
POTRET BERITA — Hamas mengatakan, dalam kunjungannya ke Amerika Serikat saat ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak berniat untuk membahas apalagi mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Pejabat senior Hamas Abu Zuhri menuturkan, pidato Netanyahu di hadapan Kongres AS memperlihatkan dia tak ingin mencapai kesepakatan gencatan senjata.
“Pidato Netanyahu penuh kebohongan dan tidak akan bisa menutupi kegagalan dan kekalahan dalam menghadapi perlawanan guna menutupi kejahatan perang genosida terhadap warga Gaza,” tutur Abu Zuhri dalam sebuah wawancara.
Diketahui, Netanyahu berpidato di hadapan The Capitol ketika berkunjung ke AS, Rabu (24/7) malam. Dia bicara perlunya membentuk aliansi keamanan di Timur Tengah untuk melawan kekuatan Iran.

Selain itu, Netanyahu juga menyebut, Israel tidak berusaha menduduki kembali Gaza dan bahwa usai perang, wilayah kantong itu harus dipimpin oleh orang-orang Palestina yang tak berusaha menghancurkan Negeri Zionis.
Juru bicara presiden Palestina Mahmoud Abbas, Abu Rudeineh pun memberikan respons pidato Netanyahu. Di mana dia mengatakan, hanya rakyat Palestina yang berhak menentukan siapa yang akan memerintah mereka.
“Sikap permanen kami adalah satu-satunya solusi untuk mencapai keamanan dan stabilitas, yakni pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ujar Rudeineh, sebagaimana dikutip Reuters.

Hingga kini, agresi Israel di Jalur Gaza sudah menewaskan lebih dari 39.000 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan.
Perang yang sudah berlangsung semenjak 7 Oktober ini terus memanas dan terus menjatuhkan warga sipil tak berdosa.
Baru-baru ini, Israel memerintahkan warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis untuk segera menyingkir dari wilayah itu. Sebab wilayah tersebut akan dibombardir.
Warga Palestina diminta ke al-Mawasi, yang mana sebelumnya lokasi tersebut dijadikan medan perang oleh pasukan militer.
Saat ini, tak ada wilayah yang aman bagi warga Palestina untuk mengungsi.
