Wisata Dubai Lesu Setelah Serangan Iran ke UEA
POTRET BERITA — Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor pariwisata di Dubai, salah satu destinasi wisata paling populer di Uni Emirat Arab (UEA). Kota yang biasanya dipadati wisatawan internasional itu kini terlihat jauh lebih sepi setelah meningkatnya konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.
Situasi keamanan yang memanas membuat banyak wisatawan menunda atau bahkan membatalkan rencana perjalanan mereka ke kawasan Teluk.
Beberapa kawasan wisata terkenal di Dubai dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengunjung secara signifikan. Area wisata seperti pasar tradisional Al Seef hingga pantai di sekitar hotel ikonik Burj Al Arab tampak jauh lebih lengang dibandingkan biasanya.
Restoran yang biasanya dipenuhi wisatawan juga mulai kehilangan pelanggan. Bahkan, kawasan pantai yang sering menjadi tujuan turis internasional terlihat minim aktivitas.
Padahal, periode ini biasanya merupakan musim liburan yang ramai di Dubai.
Konflik Militer Ganggu Penerbangan
Menurunnya jumlah wisatawan juga dipicu oleh terganggunya penerbangan di wilayah Timur Tengah. Ketegangan militer menyebabkan sejumlah maskapai global membatalkan atau mengurangi jadwal penerbangan menuju kawasan tersebut.
Gangguan di jalur udara membuat mobilitas wisatawan menjadi terbatas dan menimbulkan ketidakpastian bagi sektor pariwisata Dubai.
Peringatan Perjalanan dari Inggris
Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri Inggris bahkan mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya. Mereka meminta masyarakat untuk menghindari perjalanan ke Uni Emirat Arab kecuali dalam keadaan sangat mendesak.
Dalam imbauannya, pemerintah Inggris juga meminta warga untuk menjauhi area yang berada di sekitar fasilitas militer karena berpotensi menjadi target serangan.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan yang dilaporkan menargetkan berbagai infrastruktur sipil seperti hotel, jalan raya, fasilitas energi, hingga bandara.
Sistem Pertahanan UEA Hadapi Serangan Besar
Menurut laporan Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab, sistem pertahanan udara negara tersebut telah menghadapi ratusan serangan sejak konflik meningkat.
Dubai dilaporkan menjadi sasaran lebih dari 260 rudal balistik, 15 rudal jelajah, serta lebih dari 1.500 drone.
Pada 10 Maret 2026, sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat lebih dari 90 persen serangan tersebut. Meski demikian, beberapa proyektil dilaporkan tetap menghantam sejumlah lokasi vital di kota tersebut.
Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil membuat banyak wisatawan dan pelaku industri pariwisata memilih bersikap hati-hati hingga kondisi kawasan kembali kondusif.
