Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Dukung PSI

Potretberita.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sangat mendukung wacana pertemuan antara capres petahana Joko Widodo dengan capres Prabowo Subianto.

Dengan harapannya pertemuan antara kedua belah pihak tersebut dapat membuat situasi politik kembali lebih tenang.
Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan, Jokowi sudah lama berminat bertemu Prabowo.

“PSI sangat mendukung sekali niat baik dari Pak Jokowi untuk bertemu langsung dengan Pak Prabowo, dan satu hari setelah Pemilu Pak Jokowi sudah memiliki niat baiknya untuk dapat bertemu dengan Pak Prabowo,” katanya, Jakarta pusat, 28/05

Tujuan Agar Suasana Menjadi Kondusif

Menurutnya, dengan adanya pertemuan diantara Jokowi dan Prabowo dapat mendinginkan suasana politik yang selama ini memanas hingga ke akar rumput. Antoni juga mengatakan, tradisi elit berpolitik dengan bersahabat pasti dapat ditiru oleh masyarakat.

Pertemuan fisik, atau paling kongkritnya salaman dengan cipika cipikinya pak Jokowi dengan pak Prabowo tentu dapat menjadi pengaruh positif untuk suasana politik di level grassroot,” ujarnya.

Meski begitu, belum ada respon dari Badan Pemenangan Nasional soal kelanjutan pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Antoni kecewa dengan pernyataan BPN bahwa pertemuan bersama Prabowo hanya perlu diwakili oleh politisi Partai Gerindra Andre Rosiade dan Arief Poyuono.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Dukung PSI

“Ini tentu pernyataan-pernyataan provokatif dan jauh dari niat untuk mendinginkan suasana,” kata Antoni.

Baca Juga: Dada Angel Karamoy Bikin SalFoc

Pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla (JK) dan Prabowo pada beberapa waktu lalu. Menurutnya, JK sebagai tokoh bangsa dan petinggi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf dapat membuat suasana politik menjadi kondusif. Antoni sangat mengapresiasi pertemuan tersebut.

“Tentu suasana ini akan positif sangat baik dan kita berharap ada pertemuan pertemuan lain antar elit politik dan pertemuan antar Pak Jokowi dan Pak Prabowo, kapan waktunya lebih cepat, lebih baik,” tandas Wakil Ketua TKN itu